Merangkai Kasih dalam Pohon Keluarga: Siswa Kelas II SD GMIT Oehani Belajar Mensyukuri Pemberian Tuhan
Suasana belajar Pendidikan Agama Kristen di kelas II SD GMIT Oehani berlangsung hangat dan penuh antusias. Pada materi “Keluarga Pemberian Tuhan”, peserta didik diajak memahami bahwa setiap keluarga merupakan anugerah yang diberikan Tuhan untuk dikasihi, dihormati, dan disyukuri setiap hari.
Guru membuka pembelajaran dengan mengajak siswa berdiskusi tentang arti keluarga dalam kehidupan mereka. Melalui tanya jawab sederhana, siswa menceritakan siapa saja yang ada di rumah dan bagaimana setiap anggota keluarga saling mengasihi, menolong, serta menjaga satu sama lain sebagai wujud kasih Tuhan.
Agar pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan, seluruh siswa dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok bekerja sama menyelesaikan tugas sambil berdiskusi dan saling membantu mengingat nama anggota keluarga mereka.
Setiap siswa kemudian menuliskan nama anggota keluarganya pada potongan kertas yang telah disediakan. Dengan penuh semangat, mereka menulis nama ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, maupun anggota keluarga lainnya sebagai bentuk pengenalan terhadap keluarga yang Tuhan percayakan kepada mereka.
Kegiatan semakin menarik ketika setiap kelompok menempelkan nama-nama tersebut pada pohon keluarga yang telah disiapkan guru. Pohon yang semula kosong berubah menjadi karya yang indah dan penuh makna, menggambarkan bahwa setiap keluarga memiliki tempat yang istimewa dalam rencana Tuhan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat kompak, saling memberi semangat, dan bekerja sama menyelesaikan tugas kelompok. Mereka juga belajar menghargai perbedaan bentuk dan jumlah anggota keluarga setiap teman, sehingga tumbuh sikap saling menghormati dan menerima satu sama lain.
Melalui pembelajaran ini, guru menanamkan nilai-nilai Kristiani bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang harus dijaga dengan kasih, rasa hormat, dan tanggung jawab. Kegiatan membuat pohon keluarga menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antarsiswa dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Pembelajaran ditutup dengan doa syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas kasih-Nya melalui keluarga. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, siswa kelas II SD GMIT Oehani tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang keluarga, tetapi juga semakin memahami pentingnya mengasihi keluarga sebagai pemberian Tuhan yang sangat berharga.
Oleh Osa Adriana Lalus,S.Pd.Gr



